Curahan Hati Insan Biasa

Dagang Xperia ala Giant Pekanbaru


Belakangan ini saya begitu ‘kesengsem’ pada ponsel Sony Ericsson Xperia X1. Ponsel ini saya pilih sebagai target untuk menggantikan hp lama setelah membaca sejumlah review, membandingkan beberapa ponsel lain semisal Nokia E90, iPhone 3G, Samsung Omnia, HTC MAX 4G dengan memanfaatkan tool yang disediakan phonegg, serta dengan mempertimbangkan kemampuan dana.

Senin malam (20 April 2009) saya pulang ke rumah untuk memberitahu istri bahwa saya telah mengambil pinjaman di kantor dan meminta persetujuannya agar saya bisa mendapatkan ponsel Xperia yang begitu saya idam-idamkan sejak seminggu sebelumnya.

“Berapa harganya?”, tanya istri saya.

“Kemarin abang liat di Giant (Hypermarket Giant di Metropolitan City Panam Pekanbaru) lima juta empat ratus empat puluh sembilan ribu rupiah”, jawab saya. “Murah!!!”, tambah saya berusaha meyakinkan. “Sebab abang liat di internet harganya paling rendah enam juta lima ratus ribu. Bahkan ada situs yang memasang harga tujuh juta tiga ratus”. Lengkaplah rayuan saya dengan data harga. Dan istri saya pun mengizinkan.

Pukul 20.30 bersama keluarga, saya menuju Giant Pekanbaru. Cukup lama saya ngobrol dengan penjaga counter sembari saya menyentuh, mengelus dan menggenggam sepuasnya Xperia Dummy.

“Oke, Dik. Saya ambil satu”, pinta saya setelah diskusi produk panjang lebar.

“Barangnya habis, Pak”, jawab si cewek manis.

“Kalo barangnya gak ada, ngapain juga ini dipajang udah sekian hari?”, saya mulai sewot.

“Iya, Pak. Biasanya tiap Senin salesnya datang ngantar. Tapi hari ini absen lantaran sakit. Besok pagi barangnya ada”, jawabnya berusaha mendinginkan.

“Terus besok barangnya ada dengan harga berbeda?” tanya saya ketus. Sang sales cuma tersenyum.

Malam pun saya lalui dengan rasa penasaran.

Siang Selasa (21 April 2009)  saya bolos sejenak dari kantor demi berburu Xperia ‘Sang Idaman’. Kembali saya ke Giant Pekanbaru. Apa lacur? Harganya tidak lagi Rp.5.449.000,- melainkan telah berubah menjadi Rp.6.999.000,-

Wow!!! Wow!!! Wow!!!

Strategi marketing model apaan nih? rutuk batin saya.

Tulisan Xperia Rp.5.449.000,-  memang baru sekitar 3 hari saya lihat terpajang. Sebelumnya memang 6 jutaan (saya tidak ingat persis 6 juta berapa ratus ribu).

Sejenak saya hanya bisa memaki-maki dalam hati saat meninggalkan lokasi hypermarket tersebut, sembari berdoa semoga kutukan dan laknat menimpa oknum yang berdagang seperti itu. Sebab saya yakin sekali ada yang tidak beres dengan harga tersebut.

Karena masih penasaran, saya memacu skuter saya ke seberang jalan menuju counter hp yang hanya berjarak 100 meter dari lokasi Giant. Kebetulan saya melihat logo Sony Ericsson pada papan nama toko tersebut. Saya singgahi dan menanyakan hp Xperia idaman saya. Toko tersebut memberikan harga pembukaan Rp.6.500.000,-

Sekali lagi Wow!!! Wow!!! Wow!!!

Cukup menempuh jarak 100 meter untuk mendapatkan selisih harga 499.000,- dan ini belum ditawar.

Saya bertanya kepada pemilik toko apakah ada kenaikan harga fantastis harga Xperia dalam beberapa hari belakangan ini?

Tidak ada. Justru penurunan harga dari yang semula 7 jutaan.

Saya menumpahkan unek-unek mengenai harga Giant kepada pemilik toko. Jawabnya, “Mustahil, Pak. Belum ada yang bisa jual di bawah enam juta. Sedangkan jual enam juta dua ratus juga masih rugi”

Hmm, berarti harga yang pantas sekitar Rp.6.300.000,- pikir saya.

Masih penasaran, saya hunting harga Xperia dengan menggunakan Google. Ada situs yang menawarkan penjualan partai besar Xperia dengan harga $300.   Dengan asumsi $1 sama dengan Rp.11.000,- maka harga Xperia pada penjualan partai besar tersebut setara dengan Rp.3.300.000,-   Benar tidaknya Wallahu A’lam.

Meskipun saya berpikir bahwa mungkin saja Xperia dibandrol Rp.5.449.000,- dengan mempertimbangkan bahwa harga 6 jutaan merupakan harga emosional, yang saya tidak habis pikir jika Giant Pekanbaru mengambil keputusan mengubah harga jual produk dari harga rasional ke harga emosional hanya dalam hitungan jam dengan mengabaikan fakta tidak terdapat fluktuasi harga di pasaran, maupun fluktuasi kurs yang selam ini jadi kambing hitam untuk menaikkan harga.

Entahlah. Saya bodo dalam hal marketing. Namun yang bisa saya simpulkan adalah adanya ketidakwajaran di Giant Pekanbaru. Cuma koar-koar Lengkap, Murah, taunya…..

Saat ini saya tidak lagi dongkol atau kecewa. Jika mengingat moment tersebut saya malah tersenyum. Saya berterimakasih kepada Giant Pekanbaru yang sempat memberi ‘angin surga’ sehingga hati saya berbunga-bunga demi meraih hp idaman yang bernama ” Sony Ericsson Xperia”. Mungkin memang belum rezeki saya untuk memperoleh ponsel tersebut dalam waktu dekat. :)